Kamis, 11 Oktober 2012

sad.. more..more and more..


#one
Dengan semangat baru aku melalui hidup ini tiada terasa hari berlalu begitu saja dan tanpa aku sadari sekarang suda pergantian hari lagi, pagi-pagi aku langsung bangun dari lelap tidurku ketika mendengar lantunan suara Al-Qur’an yang mendayu-dayu terdengar dari Masjid Al-Munawwarah menjadikan aku terbangun. Seketika itu juga aku terbangaun dan lansung menuju kamar mandi untuk membersiihkan badan dari bekas-bekas tidurku kemudian ku ambil air ku siramkan melalui kedua tangan ku subhanallah betapa nikmatnya terkena air tersebut, dengan itu aku lansung mengambil air wudu untuk melaksana shalat Tahjut di lanjutkan dengan sholat witir.
Tidak lama kemudian terdengar lantunan suara azan yang menghiasi langit dan bumi yang saling bersahutan di setiap penjuru kota. Sehingga membuat orang-orang yang beriman terbangun dan tergerak hati mereka untuk menunaikan kewajiban mereka yakni sholat subuh sejara berjama’ah. Aku pun mengakhiri sholat lansung menuju kebawah sambil mendengarkan sang muadzin melantunkan suara merdunya untuk melaksanakan sholat subuh berjama’ah.
Aku lihat sudah banyak orang-orang yang datang ke Masjid mereka mengharapkan ampunan dosa dari Tuhan-Nya, betapa semangatnya orang-orang untuk beribadah kepada Allah. Dengan mata yang masih ada bekas-bekas tidurnya serta mengorbankan rasa kantuk untuk menuju ampunana dari Allah, mereka itulah salah satu cirri-ciri orang-orang yang beriman.
Selesai sudah seorang muadzin mengumandangkan azan seketika itu juga aku melihat banyak orang yang mengangkat tangan dan mulut mereka sambil kumat kamit membaca do’a selesai azan ketika itu juga tampa diperintahakn orang-orang lasung menganngkat tanga mereka untuk melaksanaka sholat sunnah kobliyah subu.
Selesainya orang melaksanakan sholat sebelum subuh terdengarlah dari pojok kiri ada seorang bapak-bapak yang melantukan suaranya mengumandangkan Iqamah sebagai tanda akan dilaksanakannya sholat subuh, aku pun maju kedepan untuk memimpin orang-orang melaksanakan sholat subuh seranya berniat dan bertakbir ratuihram dengan melantukan bacaan Al-Fatihah dan membaca Al-Qur’an.
Selesainya dari melaksanakan sholat subuh berzikir sejenak untuk mengagungkan asma’-asama’ Allah SWT, dengan memanjatkan rasa syukurku karena masih diberi kesehatan dan kenikmatan yang tiada tara dan tandingannya, ku lihat semua orang dengan khusu’nya mereka berdo’a serta memohon ampun kepada Allah atas perbuatan mereka, ada yang sambil mengangkan tangan mereka, ada yang diam saja bahkan ada yang hanya komat-kamit mulut mereka.
Akupun beranjak pergi dari tempat sholat tadi lansung menuju kamar yang aku tinggali yang berada dilantai dua Masjid Al-Munawwarah, seperti biasa aku melakukan aktivitas yaitu menghafal Al-Qur’an  serta membaca buku sebagai penambah wawasan ku. Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat, matahari pun mulai menampakan dirinya sebagai tanda di mulainya pagi hari.
Aku lihat diluar semua orang sibuk dengan dagangannya, aktivitasnya masing-masing, ada yang pergi ke pasar, bekerja, sekolah bahkan ada yang tetap masih nongkrong di rumahnya dia bingung ingin buat apa, selesai semua melakukan aktivitas aku pun beristirahat untuk menenangkan pikiran dengan tidur sebentar setelah melakukan banyak aktivitas keseharian ku, tidak terasa pak Ace yaitu salah seorang petugas Masjid Al-Munawwarah menyalakan ampli masjid tanda masuknya sholat dzuhur, aku pun terbangunh dari tidur ku lansung menuju kamar mandi untuk mengambil air wudu dan melaksanakan kewajiban ku sebagai seorang muslim.
Selesai melaksanakan sholat dzuhur akupun tergesa-gesa untuk pergi ke Roxi salah satu tempat penjualan HP, karena HP yang aku pegang sekarang bermasalah dan rusak sekalian juga aku membawa HP temanku yang juga HPnya bermasalha, tidak beberapa lama aku pun [un kelauar dari tempat dimana aku tinggala dan pergi menuju Roxi, tidak beberapa lama aku mlansung menuju mobil yang bertuliskan 93 yang tujuannya Tanah Abang Roxi.
Sesampainya di Roxi aku lansung menuju conter HP yang mau menyerpis HP ku, aku lihat semua orang sibuk dengan macam-macam pekerjaan mereka, ada yang promosi tentang HP baru, ada pula yang melihat-lihat saja, banyak lagi kejadian-kejadian aneh yang aku temuakan.
Nah ku temukanlah sevis HP yang ingin aku tuju, dengan konsentrasi abang itu memperbaiki HP orang-orang yang rusak, dan tanpa mengenal rasa putus asa dia menikmati pekerjaan yang dilakukannya. Aku pun bertanya dengan abang tersebut tentang keluhan HP ku yang rusak itu dia pun merespon tentang apa yang aku katakana, lansung ku berikan HP ku, di lihatnya dengan seksama lansung dibukanya apkah kerusakannya.
Dengan susah payah abang itu melihat apa kerusakan HP ku dan dilanjutkannya terus untuk melihat apakah kerusakannya tapi saying dengan tidak enak dia mengatakan mengatakan meyerah soal HP yang ku punya itu terlalu banyak kerusakannya sehingga tidak mudah untuk memperbaikinya, abang tiu pun berkata ngak bias lagi bro terlalu banyak kerusakannya, katanya juga ditinggal saja ntar dibenarin, aku pun angkat bicara ngak usah bang di musiumin ja HPnya sebagai kenang-kenangan, aku pun beranjak pergi dari tempat bengkel HP itu lansung menuju jalan untuk pulang ke tempat tinggalku dengan naik mobil yang aku tumpangi waktu pergi ke Roxi.
Sesampainya di tempat tinggal aku pujn menghembuskan nafas, membaringkan badan ku menghilangkan kecapeanku lansung menelepon calon istri ku yang tercinta ketika aku mendengar suaranya yang terdengar lewat HP ku itu terasa tergugah hidup ini,
#two

KISAH KASIH TERCINTA
Pada suatu hari ketika ku melihat sosok seorang wanita yang amat menyenangkan hati untuk dilihat dengan pakaian yang rapi membuat semua orang kagum untuk memandangnya. Hari itu aku amat gembira dan bangga karena masih ada seorang wanita yang menjaga dirinya dengan berpakain yang menutup aurat yang sesuai diperintahkan oleh syari’at Islam.
Hari-hari pun berlalu tanpa aku sadari sehingga aku kenal dengan sosok wanita yang aku kagumi tadi membuat hati ini suka dan ingin memilikinya. Pada suatu ketika ada seorang teman ku meminjam HP dan aku tidak tahu untuk apakah dia menggunakan HP ku tersebut, apa yang terjadi


and i know, more than know..
NOT ME..
that i never in your heart..


mengapa selalu ada seribu satu hati untuk memaafkan dan mencintaimu??

sad.. more..more and more..


#one
Dengan semangat baru aku melalui hidup ini tiada terasa hari berlalu begitu saja dan tanpa aku sadari sekarang suda pergantian hari lagi, pagi-pagi aku langsung bangun dari lelap tidurku ketika mendengar lantunan suara Al-Qur’an yang mendayu-dayu terdengar dari Masjid Al-Munawwarah menjadikan aku terbangun. Seketika itu juga aku terbangaun dan lansung menuju kamar mandi untuk membersiihkan badan dari bekas-bekas tidurku kemudian ku ambil air ku siramkan melalui kedua tangan ku subhanallah betapa nikmatnya terkena air tersebut, dengan itu aku lansung mengambil air wudu untuk melaksana shalat Tahjut di lanjutkan dengan sholat witir.
Tidak lama kemudian terdengar lantunan suara azan yang menghiasi langit dan bumi yang saling bersahutan di setiap penjuru kota. Sehingga membuat orang-orang yang beriman terbangun dan tergerak hati mereka untuk menunaikan kewajiban mereka yakni sholat subuh sejara berjama’ah. Aku pun mengakhiri sholat lansung menuju kebawah sambil mendengarkan sang muadzin melantunkan suara merdunya untuk melaksanakan sholat subuh berjama’ah.
Aku lihat sudah banyak orang-orang yang datang ke Masjid mereka mengharapkan ampunan dosa dari Tuhan-Nya, betapa semangatnya orang-orang untuk beribadah kepada Allah. Dengan mata yang masih ada bekas-bekas tidurnya serta mengorbankan rasa kantuk untuk menuju ampunana dari Allah, mereka itulah salah satu cirri-ciri orang-orang yang beriman.
Selesai sudah seorang muadzin mengumandangkan azan seketika itu juga aku melihat banyak orang yang mengangkat tangan dan mulut mereka sambil kumat kamit membaca do’a selesai azan ketika itu juga tampa diperintahakn orang-orang lasung menganngkat tanga mereka untuk melaksanaka sholat sunnah kobliyah subu.
Selesainya orang melaksanakan sholat sebelum subuh terdengarlah dari pojok kiri ada seorang bapak-bapak yang melantukan suaranya mengumandangkan Iqamah sebagai tanda akan dilaksanakannya sholat subuh, aku pun maju kedepan untuk memimpin orang-orang melaksanakan sholat subuh seranya berniat dan bertakbir ratuihram dengan melantukan bacaan Al-Fatihah dan membaca Al-Qur’an.
Selesainya dari melaksanakan sholat subuh berzikir sejenak untuk mengagungkan asma’-asama’ Allah SWT, dengan memanjatkan rasa syukurku karena masih diberi kesehatan dan kenikmatan yang tiada tara dan tandingannya, ku lihat semua orang dengan khusu’nya mereka berdo’a serta memohon ampun kepada Allah atas perbuatan mereka, ada yang sambil mengangkan tangan mereka, ada yang diam saja bahkan ada yang hanya komat-kamit mulut mereka.
Akupun beranjak pergi dari tempat sholat tadi lansung menuju kamar yang aku tinggali yang berada dilantai dua Masjid Al-Munawwarah, seperti biasa aku melakukan aktivitas yaitu menghafal Al-Qur’an  serta membaca buku sebagai penambah wawasan ku. Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat, matahari pun mulai menampakan dirinya sebagai tanda di mulainya pagi hari.
Aku lihat diluar semua orang sibuk dengan dagangannya, aktivitasnya masing-masing, ada yang pergi ke pasar, bekerja, sekolah bahkan ada yang tetap masih nongkrong di rumahnya dia bingung ingin buat apa, selesai semua melakukan aktivitas aku pun beristirahat untuk menenangkan pikiran dengan tidur sebentar setelah melakukan banyak aktivitas keseharian ku, tidak terasa pak Ace yaitu salah seorang petugas Masjid Al-Munawwarah menyalakan ampli masjid tanda masuknya sholat dzuhur, aku pun terbangunh dari tidur ku lansung menuju kamar mandi untuk mengambil air wudu dan melaksanakan kewajiban ku sebagai seorang muslim.
Selesai melaksanakan sholat dzuhur akupun tergesa-gesa untuk pergi ke Roxi salah satu tempat penjualan HP, karena HP yang aku pegang sekarang bermasalah dan rusak sekalian juga aku membawa HP temanku yang juga HPnya bermasalha, tidak beberapa lama aku pun [un kelauar dari tempat dimana aku tinggala dan pergi menuju Roxi, tidak beberapa lama aku mlansung menuju mobil yang bertuliskan 93 yang tujuannya Tanah Abang Roxi.
Sesampainya di Roxi aku lansung menuju conter HP yang mau menyerpis HP ku, aku lihat semua orang sibuk dengan macam-macam pekerjaan mereka, ada yang promosi tentang HP baru, ada pula yang melihat-lihat saja, banyak lagi kejadian-kejadian aneh yang aku temuakan.
Nah ku temukanlah sevis HP yang ingin aku tuju, dengan konsentrasi abang itu memperbaiki HP orang-orang yang rusak, dan tanpa mengenal rasa putus asa dia menikmati pekerjaan yang dilakukannya. Aku pun bertanya dengan abang tersebut tentang keluhan HP ku yang rusak itu dia pun merespon tentang apa yang aku katakana, lansung ku berikan HP ku, di lihatnya dengan seksama lansung dibukanya apkah kerusakannya.
Dengan susah payah abang itu melihat apa kerusakan HP ku dan dilanjutkannya terus untuk melihat apakah kerusakannya tapi saying dengan tidak enak dia mengatakan mengatakan meyerah soal HP yang ku punya itu terlalu banyak kerusakannya sehingga tidak mudah untuk memperbaikinya, abang tiu pun berkata ngak bias lagi bro terlalu banyak kerusakannya, katanya juga ditinggal saja ntar dibenarin, aku pun angkat bicara ngak usah bang di musiumin ja HPnya sebagai kenang-kenangan, aku pun beranjak pergi dari tempat bengkel HP itu lansung menuju jalan untuk pulang ke tempat tinggalku dengan naik mobil yang aku tumpangi waktu pergi ke Roxi.
Sesampainya di tempat tinggal aku pujn menghembuskan nafas, membaringkan badan ku menghilangkan kecapeanku lansung menelepon calon istri ku yang tercinta ketika aku mendengar suaranya yang terdengar lewat HP ku itu terasa tergugah hidup ini,
#two

KISAH KASIH TERCINTA
Pada suatu hari ketika ku melihat sosok seorang wanita yang amat menyenangkan hati untuk dilihat dengan pakaian yang rapi membuat semua orang kagum untuk memandangnya. Hari itu aku amat gembira dan bangga karena masih ada seorang wanita yang menjaga dirinya dengan berpakain yang menutup aurat yang sesuai diperintahkan oleh syari’at Islam.
Hari-hari pun berlalu tanpa aku sadari sehingga aku kenal dengan sosok wanita yang aku kagumi tadi membuat hati ini suka dan ingin memilikinya. Pada suatu ketika ada seorang teman ku meminjam HP dan aku tidak tahu untuk apakah dia menggunakan HP ku tersebut, apa yang terjadi


and i know, more than know..
NOT ME..
that i never in your heart..


mengapa selalu ada seribu satu hati untuk memaafkan dan mencintaimu??

Jumat, 27 Juli 2012

Amalan Ketika Berbuka Puasa



Jika berbuka puasa sebenarnya terdapat berbagai amalan yang membawa kebaikan dan keberkahan. Namun seringkali kita melalaikannya, lebih disibukkan dengan hal lainnya. Hal yang utama yang sering dilupakan adalah do’a. Secara lebih lengkapnya, mari kita lihat tulisan berikut seputar sunnah-sunnah ketika berbuka puasa:

Pertama: Menyegerakan berbuka puasa.

Yang dimaksud menyegerakan berbuka puasa, bukan berarti kita berbuka sebelum waktunya. Namun yang dimaksud adalah ketika matahari telah tenggelam atau ditandai dengan dikumandangkannya adzan Maghrib, maka segeralah berbuka. Dan tidak perlu sampai selesai adzan atau selesai shalat Maghrib. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ

“Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari no. 1957 dan Muslim no. 1098)

Dalam hadits yang lain disebutkan,

لَا تَزَالُ أُمَّتِى عَلَى سُنَّتِى مَا لَمْ تَنْتَظِرْ بِفِطْرِهَا النُجُوْمَ

“Umatku akan senantiasa berada di atas sunnahku (ajaranku) selama tidak menunggu munculnya bintang untuk berbuka puasa.” (HR. Ibnu Hibban 8/277 dan Ibnu Khuzaimah 3/275, sanad shahih). Inilah yang ditiru oleh Rafidhah (Syi’ah), mereka meniru Yahudi dan Nashrani dalam berbuka puasa. Mereka baru berbuka ketika munculnya bintang. Semoga Allah melindungi kita dari kesesatan mereka. (Lihat Shifat Shoum Nabi, 63)

Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka puasa sebelum menunaikan shalat Maghrib dan bukanlah menunggu hingga shalat Maghrib selesai dikerjakan. Inilah contoh dan akhlaq dari suri tauladan kita shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagaimana Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّىَ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَعَلَى تَمَرَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya berbuka dengan rothb (kurma basah) sebelum menunaikan shalat. Jika tidak ada rothb, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Dan jika tidak ada yang demikian beliau berbuka dengan seteguk air.” (HR. Abu Daud no. 2356 dan Ahmad 3/164, hasan shahih)

Kedua: Berbuka dengan rothb, tamr atau seteguk air.

Sebagaimana disebutkan dalam hadits Anas bin Malik di atas, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat menyukai berbuka dengan rothb (kurma basah) karena rothb amat enak dinikmati. Namun kita jarang menemukan rothb di negeri kita karena kurma yang sudah sampai ke negeri kita kebanyakan adalah kurma kering (tamr). Jika tidak ada rothb, barulah kita mencari tamr (kurma kering). Jika tidak ada kedua kurma tersebut, maka bisa beralih ke makanan yang manis-manis sebagai pengganti. Kata ulama Syafi’iyah, ketika puasa penglihatan kita biasa berkurang, kurma itulah sebagai pemulihnya dan makanan manis itu semakna dengannya (Kifayatul Akhyar, 289). Jika tidak ada lagi, maka berbukalah dengan seteguk air. Inilah yang diisyaratkan dalam hadits Anas di atas.

Ketiga: Sebelum makan berbuka, ucapkanlah ‘bismillah’ agar tambah barokah.

Inilah yang dituntunkan dalam Islam agar makan kita menjadi barokah, artinya menuai kebaikan yang banyak.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فَإِنْ نَسِىَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فِى أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ

“Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah Ta’ala (yaitu membaca ‘bismillah’). Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta’ala di awal, hendaklah ia mengucapkan: “Bismillaahi awwalahu wa aakhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)”.” (HR. Abu Daud no. 3767 dan At Tirmidzi no. 1858, hasan shahih)

Dari Wahsyi bin Harb dari ayahnya dari kakeknya bahwa para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا نَأْكُلُ وَلاَ نَشْبَعُ. قَالَ « فَلَعَلَّكُمْ تَفْتَرِقُونَ ». قَالُوا نَعَمْ. قَالَ « فَاجْتَمِعُوا عَلَى طَعَامِكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ يُبَارَكْ لَكُمْ فِيهِ »

“Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami makan dan tidak merasa kenyang?” Beliau bersabda: “Kemungkinan kalian makan sendiri-sendiri.” Mereka menjawab, “Ya.” Beliau bersabda: “Hendaklah kalian makan secara bersama-sama, dan sebutlah nama Allah, maka kalian akan diberi berkah padanya.” (HR. Abu Daud no. 3764, hasan). Hadits ini menunjukkan bahwa agar makan penuh keberkahan, maka ucapkanlah bismilah serta keberkahan bisa bertambah dengan makan berjama’ah (bersama-sama).

Keempat: Berdo’a ketika berbuka “Dzahabazh zhoma-u …”

Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا أَفْطَرَ قَالَ « ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ ».

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika telah berbuka mengucapkan: ‘Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah (artinya: Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah)’.” (HR. Abu Daud no. 2357, hasan). Do’a ini bukan berarti dibaca sebelum berbuka dan bukan berarti puasa itu baru batal ketika membaca do’a di atas. Ketika ingin makan, tetap membaca ‘bismillah’ sebagaimana dituntunkan dalam penjelasan sebelumnya. Ketika berbuka, mulailah dengan membaca ‘bismillah’, lalu santaplah beberapa kurma, kemudian ucapkan do’a di atas ‘dzahabazh zhoma-u …’. Karena do’a di atas sebagaimana makna tekstual dari “إِذَا أَفْطَرَ “, berarti ketika setelah berbuka.

Catatan: Adapun do’a berbuka, “Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthortu (Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa dan kepada-Mu aku berbuka)” Do’a ini berasal dari hadits hadits dho’if (lemah). Begitu pula do’a berbuka, “Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika afthortu” (Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa dan kepada-Mu aku beriman, dan dengan rizki-Mu aku berbuka), Mula ‘Ali Al Qori mengatakan, “Tambahan “wa bika aamantu” adalah tambahan yang tidak diketahui sanadnya, walaupun makna do’a tersebut shahih. Sehingga cukup do’a shahih yang kami sebutkan di atas (dzahabazh zhomau …) yang hendaknya jadi pegangan dalam amalan.

Kelima: Berdo’a secara umum ketika berbuka.

Ketika berbuka adalah waktu mustajabnya do’a. Jadi janganlah seorang muslim melewatkannya. Manfaatkan moment tersebut untuk berdo’a kepada Allah untuk urusan dunia dan akhirat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

“Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Do’a orang yang terzholimi.” (HR. Tirmidzi no. 2526 dan Ibnu Hibban 16/396, shahih). Ketika berbuka adalah waktu terkabulnya do’a karena ketika itu orang yang berpuasa telah menyelesaikan ibadahnya dalam keadaan tunduk dan merendahkan diri (Lihat Tuhfatul Ahwadzi, 7: 194).

Keenam: Memberi makan berbuka.

Jika kita diberi kelebihan rizki oleh Allah, manfaatkan waktu Ramadhan untuk banyak-banyak berderma, di antaranya adalah dengan memberi makan berbuka karena pahalanya yang amat besar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5/192, hasan shahih)

Ketujuh: Mendoakan orang yang beri makan berbuka.

Ketika ada yang memberi kebaikan kepada kita, maka balaslah semisal ketika diberi makan berbuka. Jika kita tidak mampu membalas kebaikannya dengan memberi yang semisal, maka doakanlah ia. Dari ‘Abdullah bin ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَمَنْ صَنَعَ إِلَيْكُمْ مَعْرُوفًا فَكَافِئُوهُ فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا مَا تُكَافِئُونَهُ فَادْعُوا لَهُ حَتَّى تَرَوْا أَنَّكُمْ قَدْ كَافَأْتُمُوهُ

“Barangsiapa yang memberi kebaikan untukmu, maka balaslah. Jika engkau tidak dapati sesuatu untuk membalas kebaikannya, maka do’akanlah ia sampai engkau yakin engkau telah membalas kebaikannya.” (HR. Abu Daud no. 1672 dan Ibnu Hibban 8/199, shahih)

Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diberi minum, beliau pun mengangkat kepalanya ke langit dan mengucapkan,

اللَّهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِى وَأَسْقِ مَنْ أَسْقَانِى

“Allahumma ath’im man ath’amanii wa asqi man asqoonii” [Ya Allah, berilah ganti makanan kepada orang yang memberi makan kepadaku dan berilah minuman kepada orang yang memberi minuman kepadaku]” (HR. Muslim no. 2055)

Kedelapan: Ketika berbuka puasa di rumah orang lain.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika disuguhkan makanan oleh Sa’ad bin ‘Ubadah, beliau mengucapkan,

أَفْطَرَ عِنْدَكُمُ الصَّائِمُونَ وَأَكَلَ طَعَامَكُمُ الأَبْرَارُ وَصَلَّتْ عَلَيْكُمُ الْمَلاَئِكَةُ

“Afthoro ‘indakumush shoo-imuuna wa akala tho’amakumul abroor wa shollat ‘alaikumul malaa-ikah [Orang-orang yang berpuasa berbuka di tempat kalian, orang-orang yang baik menyantap makanan kalian dan malaikat pun mendo’akan agar kalian mendapat rahmat].” (HR. Abu Daud no. 3854 dan Ibnu Majah no. 1747 dan Ahmad 3/118, shahih)

Kesembilan: Ketika menikmati susu saat berbuka.

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَطْعَمَهُ اللَّهُ الطَّعَامَ فَلْيَقُلِ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ وَأَطْعِمْنَا خَيْرًا مِنْهُ. وَمَنْ سَقَاهُ اللَّهُ لَبَنًا فَلْيَقُلِ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ وَزِدْنَا مِنْهُ

“Barang siapa yang Allah beri makan hendaknya ia berdoa: “Allaahumma baarik lanaa fiihi wa ath’imnaa khoiron minhu” (Ya Allah, berkahilah kami padanya dan berilah kami makan yang lebih baik darinya). Barang siapa yang Allah beri minum susu maka hendaknya ia berdoa: “Allaahumma baarik lanaa fiihi wa zidnaa minhu” (Ya Allah, berkahilah kami padanya dan tambahkanlah darinya). Rasulullah shallallahu wa ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada sesuatu yang bisa menggantikan makan dan minum selain susu.” (HR. Tirmidzi no. 3455, Abu Daud no. 3730, Ibnu Majah no. 3322, hasan)

Kesepuluh: Minum dengan tiga nafas dan membaca ‘bismillah’.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

كان يشرب في ثلاثة أنفاس إذا أدنى الإناء إلى فيه سمى الله تعالى وإذا أخره حمد الله تعالى يفعل ذلك ثلاث مرات

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa minum dengan tiga nafas. Jika wadah minuman didekati ke mulut beliau, beliau menyebut nama Allah Ta’ala. Jika selesai satu nafas, beliau bertahmid (memuji) Allah Ta’ala. Beliau lakukan seperti ini tiga kali.” (Shahih, As Silsilah Ash Shohihah no. 1277)

Kesebelas: Berdoa sesudah makan.

Di antara do’a yang shahih yang dapat diamalkan dan memiliki keutamaan luar biasa adalah do’a yang diajarkan dalam hadits berikut. Dari Mu’adz bin Anas, dari ayahnya ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَكَلَ طَعَامًا فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَطْعَمَنِى هَذَا وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّى وَلاَ قُوَّةٍ. غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa yang makan makanan kemudian mengucapkan: “Alhamdulillaahilladzii ath’amanii haadzaa wa rozaqoniihi min ghairi haulin minnii wa laa quwwatin” (Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makanan ini, dan merizkikan kepadaku tanpa daya serta kekuatan dariku), maka diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Tirmidzi no. 3458, hasan)

Namun jika mencukupkan dengan ucapan “alhamdulillah” setelah makan juga dibolehkan berdasarkan hadits Anas bin Malik, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ لَيَرْضَى عَنِ الْعَبْدِ أَنْ يَأْكُلَ الأَكْلَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا أَوْ يَشْرَبَ الشَّرْبَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا

“Sesungguhnya Allah Ta’ala sangat suka kepada hamba-Nya yang mengucapkan tahmid (alhamdulillah) sesudah makan dan minum” (HR. Muslim no. 2734) An Nawawi rahimahullah mengatakan, “Jika seseorang mencukupkan dengan bacaan “alhamdulillah” saja, maka itu sudah dikatakan menjalankan sunnah.” (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 17: 51)

Demikian beberapa amalan ketika berbuka puasa. Moga yang sederhana ini bisa kita amalkan. Dan moga bulan Ramadhan kita penuh dengan kebaikan dan keberkahan. Wallahu waliyyut taufiq.

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat.

Panggang-Gunung Kidul, 27 Sya’ban 1432 H (29/07/2011)

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel www.muslim.or.id

Sabtu, 14 Juli 2012

*I Love Teach*

aku suka sekali mengajar..
dan bercita-cita pula menjadi pengajar..

disamping berprofesi lain..
lagi pula, wanita akan menjadi ibu sebagai madrasah pertama untuk putra putrinya..
alasannya juga, karna aku menyukai dunia anak..

alhamdulillah alaa kuli haal..
kini, allah memberi jalan mempermudah segalanya..
1. mulai dari mengajar privat,
2. pengalaman PPL (program Prsktek Pengajaran Lapangan) di SMK N 35, (lebih dikenal dengan Stm Kampung Jawa 7) yang murid2nya mayoritas pria bertubuh besar dari ku, dan dengan tingkat kenakalan yang tinggi, *tawuran, bolos, tdr d kelas sdh menjadi makanan sehari2
3. mengajar TPQ Almunawwarah *its my favorite* *udah mw jdi Kepala TPQ looo*
selain mengulang segala ilmu agama, bahkan banyak bertambah..
belajar ilmu dunia memang ok, tp belajar ilmu agama itu wajib bagi diri individu perorangan..
4. mengajar TPQ Almuqorrobin,
sama seperti di Almunawwarah, cuma lebih mengasyikannya, di sini yang aku pegang lebih ke anak2 kecil usai 6-7thn..

aaarght, ayoo banyak belajar buat jdi Madrasah terbaik bagi anak-anakmu!!

ini contoh spanduk buat acara Tarhib Ramadhan Almuqorrobin
harusnya pake photoshop atau corel, cm karna blum mahir yaaa pake photoscape pun jadiiiilaaah..




 *anak-anak bgt ga sii?*
*belum belajar resize* :)
*dibikin buat karnaval anak, ahad besok*