Seorang
Ayah berkata kepada anaknya, "Aku telah berbuat baik kepada kalian di
saat kalian masih kecil, ketika besar, dan sebelum kalian dilahirkan."
Mereka bertanya, "Bagaimana engkau berbuat baik kepada kami sebelum
dilahirkan?" dia menjawab "Aku telah memilihkan bagi kalian ibu yang
tidak menyebabkan kalian terhina."
( At-Tarikhul Kabir : 4/273, Al-'Ibar Fi Khobarin Man Ghabar : 1/77, Al-Kamil Fit Tarikh : 4/91 dan Syadzarotud Dzahab : 1/76)
**************
Diriwayatkan oleh Ka'ab Al-Ahbar bahwa beliau berkata,
"Berapa banyak orang yang Qiyamul lail dikaruniai rasa syukur oleh
Allah dan berapa banyak orang yang tidur terlelap diampuni oleh Allah;
yaitu pada dua insan yang saling mencinta karena Allah. Kemudian salah
seorang dari keduanya melaksanakan sholat malam lalu Allah meridhoi
sholat dan do'anya sehingga Dia tidak menolak do'anya sedikitpun. Di
sela-sela do'anya tersebut, dia tertidur saudaranya yang tertidur dengan
berdo'a, "Ya Allah, ampunilah saudaraku, fulan." Allah pun mengampuni
saudaranya padahal dia dalam keadaan tidur.
(Hilyatul Auliya’ : 6/31 dan Al-Faiq karya Az-Zamahsyary : 3/234-235)
Tangisilah Akheratku
Di
masa tabi'in, ada seorang ahli ibadah bashroh yang sedang menghadapi
kematian, kemudian para kerabatnya datang menjenguk sedangkan dia
kelihatan tersiksa dengan apa yang dialaminya, sehingga ayahnya
menangis.
Ketika melihat ayahnya menangis, ahli ibadah ini bertanya, "Wahai ayah, apa yang membuatmu menangis ?"
“Wahai putraku, aku menangis karena akan kehilangan dirimu dan kepayahan yang sedang engkau rasakan.” Jawab Ayahnya.
Mendengar percakapan keduanya, ibunya pun ikut menangis juga.
"Wahai ibu yang penuh cinta dan kasih, apa yang membuatmu menangis tersedu sedan ?” tanya ahli ibadah bashroh ini.
Ibunya
menjawab, “Wahai putraku, aku menangis karena akan berpisah denganmu
dan aku bersedih karena akan merasa kesepian sepeninggalmu.”
Kemudian keluarga dan putra-putranya ikut menangis juga.
Melihat
mereka menangis, ahli ibadah bertanya kepada mereka, "Wahai
putra-putraku yang akan menjadi yatim sepeninggalku, apa yang membuat
kalian menangis ?”
“Wahai ayah, kami menangis karena akan berpisah denganmu dan akan menjadi yatim sepeninggalmu.” Jawab putra-putranya.
Sang
ahli ibadah pun berkata, “Dudukkanlah aku, dudukkanlah aku. Menurutku,
kalian semua hanya menangisi duniaku. Tidakkah ada di antara kalian yang
menangisi akheratku ? tidakkah ada di antara kalian yang menangis
ketika Allah menelungkupkan wajahku ke dasar bumi ? tidakkah ada di
antara kalian yang menangis karena pertanyaan malaikat munkar nakir yang
ditujukan kepadaku ? tidakkah ada di antara kalian yang menangis ketika
aku berdiri di hadapan Robbku, Allah Ta’ala ?”.
Kemudian beliau berteriak dengan teriakan yang keras lalu meninggal dunia. Innalillahi wa inna ilaihi roji’un.
( Shifatus Shofwah : 4/18 ).
**************
Diriwayatkan oleh Ka'ab Al-Ahbar bahwa beliau berkata,
"Berapa banyak orang yang Qiyamul lail dikaruniai rasa syukur oleh Allah dan berapa banyak orang yang tidur terlelap diampuni oleh Allah; yaitu pada dua insan yang saling mencinta karena Allah. Kemudian salah seorang dari keduanya melaksanakan sholat malam lalu Allah meridhoi sholat dan do'anya sehingga Dia tidak menolak do'anya sedikitpun. Di sela-sela do'anya tersebut, dia tertidur saudaranya yang tertidur dengan berdo'a, "Ya Allah, ampunilah saudaraku, fulan." Allah pun mengampuni saudaranya padahal dia dalam keadaan tidur.
(Hilyatul Auliya’ : 6/31 dan Al-Faiq karya Az-Zamahsyary : 3/234-235)
Di masa tabi'in, ada seorang ahli ibadah bashroh yang sedang menghadapi kematian, kemudian para kerabatnya datang menjenguk sedangkan dia kelihatan tersiksa dengan apa yang dialaminya, sehingga ayahnya menangis.
Ketika melihat ayahnya menangis, ahli ibadah ini bertanya, "Wahai ayah, apa yang membuatmu menangis ?"
“Wahai putraku, aku menangis karena akan kehilangan dirimu dan kepayahan yang sedang engkau rasakan.” Jawab Ayahnya.
Mendengar percakapan keduanya, ibunya pun ikut menangis juga.
"Wahai ibu yang penuh cinta dan kasih, apa yang membuatmu menangis tersedu sedan ?” tanya ahli ibadah bashroh ini.
Ibunya menjawab, “Wahai putraku, aku menangis karena akan berpisah denganmu dan aku bersedih karena akan merasa kesepian sepeninggalmu.”
Kemudian keluarga dan putra-putranya ikut menangis juga.
Melihat mereka menangis, ahli ibadah bertanya kepada mereka, "Wahai putra-putraku yang akan menjadi yatim sepeninggalku, apa yang membuat kalian menangis ?”
“Wahai ayah, kami menangis karena akan berpisah denganmu dan akan menjadi yatim sepeninggalmu.” Jawab putra-putranya.
Sang ahli ibadah pun berkata, “Dudukkanlah aku, dudukkanlah aku. Menurutku, kalian semua hanya menangisi duniaku. Tidakkah ada di antara kalian yang menangisi akheratku ? tidakkah ada di antara kalian yang menangis ketika Allah menelungkupkan wajahku ke dasar bumi ? tidakkah ada di antara kalian yang menangis karena pertanyaan malaikat munkar nakir yang ditujukan kepadaku ? tidakkah ada di antara kalian yang menangis ketika aku berdiri di hadapan Robbku, Allah Ta’ala ?”.
Kemudian beliau berteriak dengan teriakan yang keras lalu meninggal dunia. Innalillahi wa inna ilaihi roji’un.
( Shifatus Shofwah : 4/18 ).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar